Tampilkan postingan dengan label Berita Pers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pers. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

Prudential Syariah Kuasai Pangsa Pasar Asuransi Syariah

Sabtu, 10 November 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Asuransi jiwa Prudential Indonesia tidak hanya menguasai pasar konvensional saja.

Unit usaha syariah Prudential Indonesia juga mendominasi pangsa pasar asuransi syariah Indonesia.

Hingga tengah tahun 2012 perusahaan asuransi terbesar ini menguasai 42 persen pangsa pasar premi asuransi syariah Indonesia.

Hingga Juni 2012 premi Prudential Syariah mencapai Rp 997,9 miliar atau tumbuh 24,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Sedangkan pangsa pasar aset Prudential Syariah berkontribusi 32 persen terhadap total aset asuransi syariah," ujar Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, dalam media gathering Prudential Syariah, Jumat (9/11).

Baiknya pertumbuhan Prudential Syariah ini disebabkan oleh tiga faktor, lanjut William. Pertama, gencarnya sosialisasi syariah dan asuransi syariah yang ada di Indonesia. Hal ini menambah edukasi masyarakat terhadap industri syariah di Indonesia.

Kedua pertumbuhan ini disebabkan oleh baiknya penjelasan yang diberikan oleh tenaga pemasaran Prudential Indonesia kepada masyarakat. Dan terakhir, pertumbuhan tersebut ditopang oleh besarnya kepercayaan masyarakat terhadap nama Prudential.

Dengan hasil ini, kontribusi syariah di Prudential mencapai 10 persen. Sejauh ini pemegang polis syariah di Prudential Indonesia mencapai 254 ribu orang. Jumlah ini meningkat tujuh kali lipat sejak Prudential Syariah pertama kali diluncurkan pada 2007.

Ke depan bisnis asuransi syariah akan terus meningkat. Prudential telah mengadakan survei kepada 3.000 responden terkait asuransi syariah. Hasilnya, kata William, baru satu persen responden yang menggunakan asuransi syariah.

Sisanya belum dan belum teredukasi dengan baik. "Ini potensi bagi Prudential," kata dia. Selain pertumbuhan premi dan aset yang mengagumkan, pertumbuhan premi baru juga menjadi indikator baiknya pencapaian yang diraih Prudential syariah.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/12/11/10/mda0jn-prudential-syariah-kuasai-pangsa-pasar-asuransi-syariah

Jumat, 08 Maret 2013

ISEA: Asuransi Syariah Harus Punya UU Tersendiri

dakwatuna.com – Jakarta. Asuransi syariah harus dibuatkan undang-undang tersendiri karena memiliki prinsip yang berbeda dengan asuransi konvensional, kata Wakil Ketua Badan Pengurus Indonesian Senior Executive Association (ISEA) Sri Hadiah Watie.

“Asuransi syariah perlu diatur tersendiri, jangan dicampur aduk dengan yang lain,” kata Sri usai Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) RUU Usaha Perasuransian di Kompleks Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah syariah itu didasarkan prinsip berbagi, keuntungan maupun kerugian dibagi kedua belah pihak. Karena itu penggunaan kata polis, menurut dia tidak tepat digunakan untuk asuransi syariah.

“Polis itu hanya untuk akte tertulis asuransi, sedangkan syariah bukan asuransi, bukan transfer of risk, jadi asuransi syariah seharusnya tidak boleh memakai kata polis,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bila nantinya dibuat undang-udang yang mengatur asuransi syariah agar dinamakan Undang-undang Pengelolaan Risiko Syariah karena prinsip asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional.

Terkait pembahasan RUU Usaha Perasuransian, Sri menambahkan pihaknya berpendapat RUU perlu diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan di sektor industri perasuransian itu sendiri.

“UU Usaha Perasuransian yang sebelumnya adalah UU Nomor 2 Tahun 1992 telah berusia 20 tahun dan hanya mengatur tentang bisnis asuransi dianggap sudah ketinggalan jaman,” katanya.

Selain itu, ditambah lagi dengan hadirnya produk-produk keuangan hibrida atau produk-produk keuangan lintas sektor seperti Unit Link, Surety Bond yang telah menimbulkan risiko baru dan wilayah abu-abu dalam pelaksanaan pengaturan industri perasuransian. (A064/S025/Ruslan Burhani/Ant)

Redaktur: Hendratno

Kamis, 24 Januari 2013

Prudential Syariah Tak Tertandingi

Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sekaligus Ketua Dewan Penasehat Syariah (DPS) Asuransi Prudential Syariah, KH Anwar Ibrahim, mengungkapkan bahwa Asuransi Prudential Syariah tak ada tandingannya. Hal ini terlihat dari kinerja bisnis dan jumlah para agen terbesar dibandingkan dengan asuransi syariah lainya.
 
“Saya melihat Asuransi Prudential Syariah ini sangat unik dan sulit untuk tertandingi,” katanya dihadapan para Agen Prudential Syariah, acara Syukuran Prudential Syariah kemarin (19/4) di gedung Indofood Tower-Jakarta.

Selain menilai kelebihan dari Asuransi Prudential Syariah, KH. Anwar Ibrahim juga menyatakan bahwa bisnis asuransi syariah adalah halal. Sebab mendapatkan fatwa dan perlindungan dari MUI.

“Maka selama mendapatkan sertifikasi halal dari MUI lembaga keuangan tersebut harus tunduk dengan aturan dan kaidah dari MUI dan jika melanggar aturan akan dicabut sertifikasi itu,” jelasnya.

KH, Anwar Ibrahim, juga menegaskan jika ada sebagian masyarakat merasa ragu-ragu terhadap bisnis asuransi syariah bisa langsung bertanya pada DSN MUI. Untuk mendapatkan penjelasan yang lengkap.

Kemudian, KH. Anwar Ibrahim juga memberikan wawasan ada sesuatu yang berbeda antara operasional asuransi syariah dengan asuransi konvensional. Jika di asuransi syariah konsepnya adalah tabarru’ atau tolong menolong, sedangkan modal yang diperoleh berasal dari modal keikutsertaan para nasabah. Jadi jika ada salah satu anggota peserta yang sakit duluan atau kecelakaan akan dibantu dengan dana tabarru’ tersebut berdasarkan prosentasi kepersertaan. Jika dana kepersertaannya itu besar, dana tabarru‘-nya juga besar. Selain itu dana yang dikumpulkan dari dana tabarru’ diinvestasikan pada sektor riil yang halal.

Sementara jika dikonvensional tidak demikian. Dana operasional bukan dari anggota peserta tapi dana perusahaan asuransi. Jika ada peserta yang sakit dan kecelakaan perusahaanlah yang membayarnya. Kemudian mengenai investasinya bisa seenaknya sendiri dan bisa melakukan investasi di instumen yang haram, asalkan untung.

“Jadi itulah yang membedakan antara asuransi syariah dan konvensional,” papar KH Anwar Ibrahim.


Kamis, 20 Desember 2012

BNI Layani Autodebet Pembayaran Premi Prudential

Rabu, 26 September 2012

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) menandatangani kerja sama pembayaran premi asuransi menggunakan fasilitas autodebet BNI yang memungkinkan pemegang polis Prudential Indonesia melakukan pembayaran premi secara autodebet.

"Jika selama ini mekanisme pembayaran premi melalu autodebet dilakukan atas permintaan nasabah melalui BNI Call, maka atas kerja sama ini nasabah tinggal mengisi formulir untuk secara rutin melakukan pembayaran preminya," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI, Darmadi Sutanto, usai acara penandatanganan kerjasama itu di Jakarta, Rabu.

Melalui kerja sama itu, Darmadi juga menyatakan komitmen BNI untuk memberikan layanan terbaik dalam melayani 1,4 juta nasabah Prudential Indonesia.

Sementara itu, Presiden Direktur Prudential Indonesia, Wiliam Kuan, menyatakan bahwa penyediaan ragam fasilitas yang memudahkan dan memberi kenyamanan nasabah Prudential dalam bertransaksi merupakan prioritas yang akan terus dikembangkan.

"Kerja sama dengan BNI ini menjadi sebuah langkah baik dalam memperluas akses terhadap fasilitas pembayaran premi bagi para nasabah kami," katanya.

Sebelumnya BNI dan Prudential Indonesia telah melakukan kerja sama berupa transaksi pembayaran premi asuransi melalui ATM BNI yang terjalin sejak 2009.

Ke depannya, BNI juga akan memperluas layanan pembayaran premi nasabah Prudential Indonesia melalui fasilitas mobile banking, internet banking, serta layanan telepon phone plus.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, grup jasa keuangan asal Inggris dengan pengalan 160 tahun di seluruh dunia.

Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya pada 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut.

Hingga 30 Juni 2012, Prudential Indonesia memiliki 270 kantor keagenan dengan 181.000 jaringan tenaga pemasaran yang melayani hampir 1,6 juta nasabah. (ant/gor)

Rabu, 19 Desember 2012

Prudential Bukukan Premi Syariah Hampir Rp 1 Triliun

Jumat, 9 November 2012

JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membukukan premi syariah sebesar Rp 997,9 miliar pada periode Januari-Juni 2012. Nilai tersebut meningkat 24,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, mengatakan maraknya sosialisasi tentang industri asuransi jiwa membuat masyarakat lebih banyak yang mengenal asuransi, begitu pula dengan asuransi jiwa syariah. Apalagi, asuransi syariah memiliki keunikan dengan konsep risk-sharing atau berbagi resiko antar peserta yang semakin menambah daya tarik produk asuransi syariah.

"Sosialisasi tentang asuransi ramai dilakukan melalui Prudential sendiri, media ataupun asosiasi sehingga masyarakat lebih banyak yang akhirnya membeli asuransi," kata William, pada acara temu wartawan di Hotel Ritz Carlton, hari ini.

Selain itu, tenaga pemasaran semakin giat mendistribusikan produk Prudential. William menyebutkan tak kurang dari 180 ribu orang agen yang telah tergabung di dalam prudential. Keagenan tersebut menjadi kontributor utama, yaitu 90 persen terhadap premi Prudential.

"Kami menggunakan dua sistem pemasaran, yaitu agen dan bancassurance dan paling banyak, sekitar 90 persen berasal dari keagenan," ungkap William.

Tak terkecuali untuk produk syariah, keagenan juga menjadi kontributor utama, karena agen Prudential bisa memasarkan produk konvensional dan syariah.

Ke depan, Prudential memang akan membedakan agen berlisensi syariah dan konvensional. Namun hal tersebut masih menunggu konfirmasi dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI).

Pangsa Pasar 42 Persen
Sementara itu, Direktur Prudential Indonesia, Ahmir ud Deen, mengatakan pesatnya pertumbuhan premi syariah Prudential membuat perseroan menguasai 42 persen pangsa pasar industri asuransi syariah. Sedangkan dari segi aset, Prudential berhasil menguasai 31,2% aset industri asuransi syariah.

Pertumbuhan PRUlink syariah, produk asuransi Prudential syariah tidak hanya terjadi dari sisi premi. Pertumbuhan juga terjadi pada sisi dana tabarru yang mencapai Rp 232,7 miliar hingga periode Juni 2012. Nilai tersebut meningkat 22,4 dibandingkan periode setahun lalu.

Sedangkan dari sisi investasi tabarru, Ahmir mengungkapkan hingga periode Juni 2012 sudah mencapai Rp 200,83 miliar. Peningkatannya melebihi peningkatan dana tabarru di kisaran 32,8 persen.

Nasabah PRUlink syariah juga mengalami peningkatan 14,4 persen dalam enam bulan terakhir di tahun 2012 menjadi 264,6 ribu.

Ke depan, potensi penambahan nasabah semakin terbuka lebar. Keoptimisan ini didukung oleh hasil korespondensi yang dilakukan perseroan.

Dari 3 ribu orang koresponden yang dihubungi melalui telepon, sebanyak 1 persen mengaku sudah memiliki asuransi syariah. Sementara dari 99 persen lainnya yang belum memiliki, 12 persen di antaranya mengaku akan mempertimbangkan untuk membeli asuransi syariah.

"Ini angka yang cukup baik untuk menggambarkan pasar yang ada," kata William. (ID/gita rossiana)

Senin, 10 Desember 2012

20 Best Insurance Companies 2012

Inilah 20 Perusahaan Asuransi Terbaik Tahun 2012
Versi Majalah Investor























Sumber : Majalah Investor, Edisi No. XIV/229 Bulan Juli 2012


Kamis, 06 Desember 2012

Investor Award The Best Insurances Companies 2012 Kembali Digelar

Sembilan perusahaan asuransi nasional meraih predikat ‘Asuransi Terbaik 2012'

Majalah Investor, salah unit usaha Beritasatu Media Holdings kembali menggelar Investor Award The Best Insurances Companies 2012.

Sembilan perusahaan asuransi nasional meraih predikat ‘Asuransi Terbaik 2012' versi Majalah Investor, masing-masing empat asuransi jiwa, empat asuransi umum dan satu reasuransi. Satu asuransi umum dan satu asuransi jiwa meraih penghargaan khusus, dan satu perusahaan mempertahankan Star Award.

Menurut Pimpinan Redaksi Majalah Investor, Primus Dorimulu, isu besar dunia saat ini adalah Financial Inclusion. Krisis Eropa berdampak pada negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu cara menangani dampak krisis tersebut adalah dengan Financial Inclusion.

"Bagaimana akses bagi masyarakat untuk meraih keuangan, perbankan maupun asuransi," katanya dalam acara Investor Award, The Best Insurance Companies 2012 di Jakarta, hari ini.

Seleksi Investor Award meliputi laporan keuangan audit 2011 yang dipublikasi, laporan keuangan 2011 tidak mendapat opini disclaimer, serta RBC minimal 120 persen.

Syarat lain adalah tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Kementerian Keuangan, tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi), ekuitas minimal Rp50 miliar, aset asuransi umum tahun 2011 di atas Rp100 miliar, aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp1 triliun, serta tidak menderita rugi tahun 2011.

Sementara The Best Insurance Companies 2012 pada kelompok asuransi jiwa diberikan kepada PT Prudential Life Assurance yang berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp15 triliun. Pada kategori aset antara Rp5 triliun- Rp15 triliun penghargaan diberikan kepada PT AXA Mandiri Financial Services.

Sementara itu, PT Panin Life berhasil meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp3 triliun- Rp5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp1 triliun - Rp3 triliun.

Pada kelompok asuransi umum PT Asuransi Sinarmas meraih penghargaan untuk kategori aset di atas Rp 3 triliun. Sedangkan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset Rp1 triliun- Rp3 triliun.

Posisi terbaik untuk kategori aset Rp500 miliar- Rp1 triliun diraih PT Asuransi Bangun Askrida, sedangkan PT Asuransi Umum Mega meraih posisi terbaik untuk kategori aset antara Rp250 miliar- Rp500 miliar.

Sementara itu, pada kategori reasuransi, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik. Kesembilan perusahaan asuransi terpilih sebagai perusahaan asuransi terbaik pada kelompoknya masing-masing, setelah melewati seleksi awal dan proses pemeringkatan versi Majalah Investor.

Investor juga memberikan penghargaan khusus, untuk asuransi jiwa berdasarkan pertumbuhan investasi tertinggi selama lima tahun kepada PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, dan penghargaan khusus untuk asuransi umum berdasarkan pertumbuhan underwriting tertinggi selama lima tahun kepada PT Asuransi Jaya Proteksi.

Tahun ini, Star Award kembali diberikan untuk PT Prudential Life Assurance sebagai asuransi Jiwa yang berhasil mempertahankan posisi terbaik selama 10 tahun berturut-turut.

Penulis: Ivan Dasa Saputra/ Whisnu Bagus