Sejuta Manfaat Donor Darah
Kamis, 21 Juni 2012
K. Wahyu Utami - Okezone
KEBUTUHAN darah bagi kelangsungan hidup manusia
penting adanya. Darah merupakan materi biologis dalam jumlah yang
terbatas dan belum dapat disintesis di luar tubuh. Di luar tubuh
manusia, darah merupakan materi biologis yang labil.
Dalam menyambut hari donor darah se-dunia, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia mengadakan seminar sehari untuk lebih mengenal
mengenai kebutuhan dan kebijakan pelayanan darah untuk masyarakat luas.
Kehadiran Nafsiah Mboi, Menteri Kesehatan RI, melengkapi acara
peresmian mengenai pengetahuan tentang pelayanan darah bagi masyarakat
luas dan tugas para komite dalam melaksanakan pelayanan darah
tersebut.
"Setiap pendonor darah adalah pahlawan. Kebutuhan darah memang sangat
dibutuhkan masyarakat Indonesia betapa pentingnya," tutur Nafsiah
pada sambutan pembukaan seminar sehari dalam rangka hari donor darah
se-dunia di Ruang GA Siwabessy, Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan,
Jakarta, Rabu, 20 Juni 2012.
Pelayanan darah memberikan dampak pada pencapaian Millenium Development
Goals (MDGs), di mana meliputi peningkatan kesehatan ibu serta
pengendalian penyakit menular, seperti HIV/AIDS, malaria, dan penyakit
menular lainnya. Setiap tahun, ibu setelah melahirkan mengeluarkan
banyak darah akibat pendarahan dan mereka membutuhkan darah tranfusi
yang aman, jumlah cukup, dan tepat waktu.
"Setiap tahun ada sekitar 28 persen Angka Kesehatan Ibu (AKI) akibat
pendarahan. Karena itu, perlunya pasokan darah aman. Dan, penggunaan
klinis yang rasional dan tepat indikasi pun dibutuhkan dalam kebijakan
pelayanan darah," jelasnya.
Darah merupakan materi biologis yang hidup dan belum dapat diproduksi
di luar tubuh manusia. Artinya, ketersediaan darah di sarana kesehatan
sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan
darahnya. Selain itu, perlu juga jaminan ketersediaan darah yang cukup,
aman, dan berkualitas, serta guna untuk penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan pelayanan darah memerlukan pelayanan darah. Dengan
demikian, ketersediaan darah atau komponen darah yang cukup, aman,
mudah diakses, dan terjangkau oleh masyarakat sangat dibutuhkan.
WHO melaporkan, kebutuhan darah secara global setiap tahun meningkat
1%, sementara jumlah darah yang didonasikan menurun sebanyak 1% setiap
tahun.
"Di Indonesia, dari sekitar 4,5 juta kantong yang dibutuhkan per tahun
(2% jumlah penduduk Indonesia), jumlah donasi masih sekitar 2,1 juta
kantong dan baru sekitar 70% di antaranya yang berasal dari donor
sukarela. Bahkan, di beberapa daerah didominasi oleh donor pengganti
berasal dari donor bayaran," katanya.
Pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab dalam pelayanan darah
sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2011.
Pelayanan darah ini pelaksanaanya dilakukan melalui Unit Transfusi
Darah (UTD), Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), dan jejaring yang dapat
diselenggarakan pemerintah, pemerintah daerah, dan organisasi sosial
yang bergerak di bidang Kepalangmerahan seperti PMI. (ina)
(tty)
Sumber : http://health.okezone.com/read/2012/06/21/482/651233/sejuta-manfaat-donor-darah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar