Jumat, 23 November 2012

Boldness (Keberanian)

Keberhasilan merupakan penghargaan tertinggi terhadap orang yang berani.

Orang yang berhati lemah tidak berhak mendapatkan penghargaan apapun, dia bahkan tidak akan mampu menaklukkan seorang wanita yang lugu sekalipun, tidak bisa memberi prioritas pada tujuan dan meraih kesuksesan ekonomi.

Keberanian membantu orang untuk menciptakan keberuntungan. Ketika kesempatan datang di hadapan seseorang, maka jadilah orang yang berani untuk memanfaatkannya. Beranikan diri Anda untuk menerima resiko yang mungkin muncul karena tindakan Anda, menghadapi tantangan baru, arah perubahan dan melangkah ke arah yang baru. Orang sukses adalah mereka yang pemberani.

Jangan pernah mencampur adukkan keberanian dengan tindakan yang buru-buru. Seseorang yang berani menjalani tantangan baru menkipun dia dihantui oleh perasaan akan kegagalan, merupakan wujud dari tindakan yang berani. Sedangkan mempertaruhkan masa depan seseorang dengan melakukan spekulasi yang sangat berisiko sekali sehingga memungkinkan dia akan kehilangan segalanya, merupakan wujud dari tindakan yang terburu-buru.

Keberuntungan akan berpihak kepada mereka yang berhati berani, pada tanggal 9 November tahun 1996, Evander Holyfield berani melawan Mike Tyson Si Tangan Besi dan membuahkan hasil.

Ketika Holyfield memutuskan untuk menantang Tyson, Holyfield hanya dianggap sebagai sasak tinju Tyson yang baru saja dibebaskan dari penjara. Karena yang sering terjadi dalam duel-duel sebelumnya, kebanyakan dari lawan Tyson menyerah dan dapat dijungkalkandi ring di tiga ronde pertama pertandingan.

Karena sudah berada di jalur yang tepat sejak awal, Holyfield tahu bahwa tantangan yang menghambat keberhasilan sebenarnya dalah dirinya sendiri. Dia meragukan kemampuannya sendiri. Dan mengalahkan rasa ragu-ragu yang ada dalam dirinya merupakan langkah yang harus ditempuh untuk meraih kemenangan.

Ketika petinju yang pernah dihajar Tyson merasakan ketakutan yang luar biasa dalam dirinya, Holyfield tidak merasakan hal demikian. Dia berkomitmen untuk menanamkan keberanian yang luar biasa dalam dirinya.

Keberanian Holyfield menyimbolkan bahwa tinju bukan hanya masalah pertarungan adu kekuatan dan strategi, namun lebih dari itu adalah masalah tekad dan keberanian yang kuat untuk meraih kemenangan. Karena Holyfield tidak pernah takut menghadapi Mike Tyson, maka dia akhirnya mampu menunjukkan tekadnya ketika dia berhasil mempencundangi Mike Tyson. Pada akhirnya Tyson tidak memiliki stamina yang dibutuhkan untuk bertahan dari pertarungan yang brutal dan sengit. Akhirnya, bahwa Tyson tidak memiliki kekuatan yang luar biasa mengagetkan dunia. Dunia hampir tidak percaya dengan kekalahannya. Holyfield mampu mempencundang, merobohkan dan menghabisi karirnya.

Banyak petinju yang dihajar oleh Tyson karena mereka takut dengannya. Namun Holyfield tidak sama sekali. Sebab dia telah mengalahkan lawan yang lebih tangguh dari pada Tyson. Yaitu dirinya sendiri!

Dalam hidup akan selalu ada elemen resiko yang harus dihadapi oleh setiap orang. Tidak ada jaminan keamanan resiko yang bisa dimiliki oleh seseorang karena ada banyak sekali kasus orang yang meninggal pada saat sedang bersenggama dan juga banyak orang meninggal ketika sedang tertidur denganpulas. Hanya orang yang penakut saja yang menginginkan jaminan keamanan karena mereka tidak berani menghadapi resiko dari tindakan yang diambilnya. Dia bahkan mau tinggal di penjara karena di sana dia mendapatkan pengamanan yang bisa menenangkan dirinya. Tentu saja, dengan cara seperti ini sama dengan melumpuhkan diri sendiri dan menghambat kemajuannya. Karena barang siapa yang sudah tidak mampu lagi berkembang, maka dia akan mengalami stagnasi dan kemunduran. Menerima tantangan dan memiliki keberanian untuk menjalankan tantangan tersebut merupakan teknik utama demi meraih kesuksesan dalam hidup ini.

Diadaptasi dari Buku The Power of Success, karya Jonatan Saturo, Penerbit Prestasi Pustaka Publisher, Cetakan Pertama September 2005, halaman 19-22.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar